Selasa, 15 September 2020

Lelahku

Hari ini mungkin terasa begitu lelah..
Bukan lelah fisik,tetapi lelah psikis..
Aku mengerti,semakin kita mendayung bahtera rumah tangga makin dalam,semakin ombak itu menerpa..
Hari ini aku dapat nasihat..
Selain dari ibuku, tetapi juga suamiku,yg mana nasihat keduanya, membuatku tak bisa berkata-kata lebih banyak lagi..
Oh ibu..aku memahami,engkau membesarkan ku, menyekolahkan ku hingga fakultas kedokteran, agar aku bisa menggantikan peran mu dimasyarakat..agar aku bisa bekerja dan membalas Budi yang sudah banyak yg engkau habiskan utkku sekolah,baik itu sisi materi hingga sisi fisik..Engkau hanyalah ingin agar aku bisa bekerja dan memanfaatkan ilmu yang aku miliki..tidak hanya bekerja yg kecil2an,tetapi yang lebih tinggi ekspektasi nya seperti bekerja di RS..
Oh suamiku..aku memahami,engkau tidak menuntut ku lebih,hanya agar aku bisa mengurus rumah,terutama mengurus anak,menyediakan hidangan enak yang konsisten setiap hari dengan varian sayur dan lauk..Jika aku sudah bisa konsisten dengan hal itu,engkau mengizinkan aku bekerja..bekerja pun harus yang ringan seperti membuka praktek pribadi atau bekerja di klinik Rajal..Sedangkan,aku masih banyak kekurangan,terutama belum bisa konsisten masak yang ada sayur mayur,yang mana itu makanan favorit mu..aku ingin mengajakmu untuk berdiskusi,tetapi lidah ini mulai kaku setelah engkau nasihati aku.. sebenarnya Aku tak ingin menyanggah,hanya ingin sedikit menjelaskan atau bisa dijadikan bahan diskusi..
Oh suamiku.. apakah engkau masih ingat masa-masa awal menikah? Saat engkau mengajakku ke Kalimantan timur untuk menemanimu PTT di puskesmas. Pasti ada hari dimana kita bisa bercumbu bersama,berdiskusi kecil membahas hal-hal yg bisa kita diskusikan, komunikasi itu ada. 
Aku bersyukur,kini kita sudah memiliki 2 anak di tengah-tengah kita..Tapi,sering nya aku rindu, mendekati mu, mengajak mengobrol bersama dan itu pun hampir mustahil kini dilakukan.. Sekarang engkau pulang kerja,pasti sudah lelah dan penat dari pekerjaan RS..
Mungkin aku masih belum bisa saat ini.. menjelaskan kepada ibuku.. menjelaskan pada suamiku.. semoga akan ada waktu dimana aku berani dan tepat mengajak mereka berdiskusi..
Hari ini sungguh lelah..lelah dimana aku harus memikirkan sendiri,apa yang dinasehati oleh ibuku maupun suamiku.. 
Yang pasti,aku selalu menyayangi kalian.. meski harus aku tutupi di balik senyum palsuku dan mulut diamku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar