Rabu, 12 September 2018

Seharusnya

09.23
UK 26 Minggu+4 hari...
Pukul 23.14...
Aku masih terbawa...di kamar sendiri...ku bermuhasabah...
Apakah aku lagi-lagi melakukan kesalahan? Apakah aku masih belum bisa berubah?
H+11 suamiku mengabdi di perantauan tempat pengungsian musibah Lombok...
Aku tahu,,ini sudah keinginan besar darinya untuk mengabdi...
Seharusnya aku bisa ikhlas,,sebagai istri turut mendukungnya....
Lagi-lagi egoku datang...aku selalu menunjukkan rasa rinduku padanya,,apalagi di depan banyak orang...
Aku menginginkan dia segera bisa pulang dan bertemu denganku...
Harusnya,,aku bisa mengesampingkan egoku ini...
Harusnya,,aku berusaha selalu mendukungnya...
Karena saat ini...dia masih dibutuhkan umat...
Sesama profesi di kedokteran...aku tahu rasanya lelah...
Tiap jagaku yang hampir seminggu dan bersamaan dengan perutku yang semakin membesar,,membuat energi ku terkuras...
Dan masih saja aku mengeluh....mengeluh di depannya maupun yang lain...
Harusnya aku kuat...karena ini tuntutan profesi...
Harusnya aku ikhlas...dan tidak menunjukkan keluhan ku...
Memang rindu...betapa besar rinduku...
Aku rindu padanya...di dekatnya....
Ada waktu bersama mencurahkan segala hati kita...
Seharusnya....tapi waktu yang menjawab...
Hanya bisa bersabar,ikhlas,dan terus berjuang menjalani hari...

Minggu, 26 Agustus 2018

Ridho Suami = Ridho Allah SWT

05.57
"mbak...aku termasuk fans garis keras suamimu lho..."
Tiba-tiba aku kaget dengan perkataan wanita itu. Kami bertemu di suatu walimahan sama-sama rekan kami. Sebenarnya aku belum begitu kenal akrab dengan wanita itu,tapi kami sudah sama-sama berteman di dunia Maya.
Bukan jadi masalah dengan perkataan wanita itu. Lagian dia juga sudah menikah. Hanya saja, mungkin dengan cara itu,Allah mengingatkanku.
Flashback...
Awal-awal pernikahan...kami saling peduli satu sama lain..aku dan suamiku..bukan karena sekarang tidak saling peduli,buka seperti itu..sekarang pun semakin lebih peduli..
Memang yang namanya pernikahan itu ibadah seumur hidup, proses belajar pun seumur hidup.
Awalnya,suamiku memang belum begitu mengenalmu karena kita hanya diberikan waktu sebentar untuk ta'aruf lalu khitbah dan menikah. Semakin kesini,suamiku semakin memahami seperti apa diriku. Diriku yang manja,childish,galak,ngambekan dan juga pencemburu. Itu semua terbentuk karena keegoisanku yang terpupuk sejak kecil.
Kadang aku khilaf,aku pun pernah mempermalukan suamiku di depan umum karena keegoisanku..
Kini aku sadar,aku masih butuh banyak belajar untuk menjadi istri yang bisa menyenangkan hati suami. Tidak hanya bisa dandan saja,tapi juga cara bersikap di depan suami. Dengan mimik wajah yang indah,tersenyum ikhlas di depan suami,tutur kata yang lembut di depan suami serta ikhlas selalu semata-mata agar mendapat ridho suami. Karena sekarang setelah menikah,ridho nomer 1 kita adalah suami,bukan orang tua lagi.
Memang pernikahan ini berawal dari saling tidak mengenal,tapi Allah SWT yang mendekatkan karena jodoh yang dipilihkan oleh-Nya.
Maafkan aku,suamiku...semoga ke depannya,aku bisa selalu mengoreksi diri dan lebih baik dari sebelumnya serta meninggalkan sifat burukku.

Minggu, 12 Agustus 2018

Bangku Rotan

04.28
Rindu..
Bangku rotan dgn pola yg khas,bisa digunakan utk berdua,berada di sudut "Eco villa" itu. Saat itu,malam pertama di antara 4 hari trip kita di pulau itu. Eco villa yg berada di atas air ini menambah kenyamanan bagi siapa saja yg menyewanya. Kurang lebih 3 bulan sudah perjalanan pernikahan kita,kalau kata orang masih ada buncahan cinta pengantin baru.
Malam itu..angin yang lewat semerbak,setelah makan malam,engkau mengajakku untuk duduk di bangku rotan itu. Kebetulan bangku itu muat dipakai 2 orang dewasa. Di antara cahaya yang remang-remang dgn lampu neon kuning dan gemericik suara ombak serta bintang-bintang di langit,engkau menatapku. Kita saling mencurahkan segala hal dan mendalami ta'aruf/perkenalan kita satu sama lain. Maklum,kita baru kenal sebentar setelah pernikahan,Krn sebelumnya kita tidak saling mengenal satu sama lain.
Tanpa ada gangguan yg lain,terutama yg skrg gangguan terbesar adalah Gadget!
Di era modern ini, seperti kita hanya berkomunikasi satu arah,bukan dua arah. Krn terfokus pada gadget yg semakin modern dgn happy touch nya.
Sambil ditemani camilan dan jagung bakar ,sampai kita tak sadar kalau sudah mengotori bangku rotan yg indah itu. Betapa asyiknya obrolan kita. Kita tak terganggu dengan villa seberang yg sedang mengadakan pesta. Karena kita sangat menikmati yang namanya "Quality Time".
Tak menyangka,kita yang sama-sama tak bisa berenang,sudah sampai di pulau ini. Jauh di pelupuk mata,kita seperti sangat jauh dari hiruk pikuk daratan.
Betapa aku mensyukuri momen bersama ini. Tabungan yang kita kumpulkan,akhirnya engkau bisa menghadiahkanku dgn liburan di pulau ini.
Aku rindu...rindu akan momen ini..
Ingin sekali duduk bersama lagi..seperti di bangku rotan di pulau itu.


#DerawanIslandMemories
#Honeymoon
#PostWedding
#PasanganSehidupSesurga
#SuamiIstriBahagia

Sabtu, 14 Juli 2018

Buah penantian (2)

08.12

2 garis muncul..,yang membuat semua orang bahagia dengan kabar itu...
Alhamdulillah..setelah penantian dan kesabaran 3-4 bulan ini,Allah memberikanku amanah buah hati kami..
Segala bentuk ikhtiar kami lakukan,di tengah-tengah kesibukan kami,mencoba untuk bisa bertemu dan melepas segala kerinduan..
Semoga dengan amanah baru ini..kami bisa semakin kompak bersama dalam mempersiapkan diri sebagai calon orang tua..💕

Senin, 18 Desember 2017

Buah Penantian

07.55

"Percayakan hidupmu kepada Yang Maha Memberi dan nikmatilah"
๐ŸŒธ..Kalimat di atas merupakan salah satu sub judul dari bagian buku "Happy Little Soul" dari ibuk hebat membesarkan anak perempuannya menjadi anak yang baik,periang,penyayang,pandai dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ya,ibuk Retno Hening,menceritakan kisah hidupnya dari awal sebelum mengandung si manis Kirana hingga cara membesarkannya. Tak bosan-bosan aku baca buku ini,karena sangat menggugahkanku dan memberikan motivasi kuat untuk ku menatap ke depan.
๐ŸŒธ.."Saya mencoba untuk tidak berputus asa,yakin Allah pasti akan memberikan gantinya di waktu yang tepat"..kata-kata ibuk ini,membuatku terharu. 7 minggu sudah aku pernah merasakan seperti ibuk,betapa bahagianya saat pertama kali mengetahui ada 2 garis merah kala itu. Suami posisi sedang bekerja praktek di luar kota,betapa bahagianya mengetahui kabar itu. Ingat juga,budhe yang selalu di rumahku setiap hari merawat aku dan adikku,langsung pecah tangisan setelah tau kabar baik ini. Saking bahagianya,aku rawat diriku ini dengan makan makanan dengan porsi lebih banyak dan susu ibu hamil. Saat itu juga aku belum mulai masa  mengabdi dokter internsip dimulai,jadi lumayan longgar aku sering di rumah ibuku. Paling sekali dua kali,menggantikan jaga praktek dokter dan itu masih 1 kota dapat dijangkau.
๐ŸŒธ..Selang 2 Minggu sebelum pembekalan dokter internsip,aku harus menyiapkan MCU dan Lab sebagai persyaratan. Kala itu suami sudah kembali ke tempat pengabdian menjadi dokter PTT di luar Jawa. Jadi aku tetap berangkat sendiri ke kota. Biasanya aku menaiki mobil,tapi aku merasa baik-baik saja kalau naik motor. Jarak desaku sampai kota sekitar 13km atau 20 menit kurang lebih bisa ditempuh. Sesampainya di lab swasta dan akan mau diambil cek urine,betapa kagetnya aku ada noda flek kecil. Tanganku rasanya gemetar sendiri,langsung aku menelpon suamiku yang jauh disana. Suamiku langsung menelpon orang tuaku. Lalu aku diminta menunggu di lab dengan posisi berbaring menanti orang tuaku menjemput untuk dibawa ke RS. Sampai di RS,aku dibawa ke UGD dan poli untuk dilakukan USG transvaginal. Alhamdulillah,kantong nya masih utuh, selanjutnya aku diminta istirahat total di rumah dan dikasih obat penguat kandungan. 2 hari sudah aku cuma bisa berbaring di atas kasur dan melakukan segala aktifitas (maaf hingga MCK juga di kasur),tetapi semakin banyak darah yg keluar. Paginya hari ke-2,aku langsung di bawa ke UGD lagi. Siangnya,aku merasakan 'sesuatu' keluar sendiri,ternyata janin itu telah gugur. Di situ,aku hanya ada ibuku,aku tak kuasa menahan tangis pecah begitu deras. Tak bisa menyembunyikan perasaanku di depan suamiku yang saat itu segera menelepon ku.
๐ŸŒธ.."Saya percaya,semua rezeki dan keberkahan datang dari Allah"
InsyaAllah ada hikmah dan rencana terbaik dari Allah utk kami. Suamiku sempat pulang seminggu untuk menemaniku dan menenangkanku. Lalu dia keluar Jawa lagi untuk menyelesaikan kontrak PTT nya yang tinggal 2 bulan lagi.
Akhirnya,aku menemui beberapa teman yang juga pernah merasakan hal yang sama sepertiku,dan Alhamdulillah mereka diberikan anak yang kuat. Aku juga bersyukur bisa membeli buku nya ibuk ini. Banyak pembelajaran dari buku ini. Aku terus berikhtiar untuk terus memperbaiki diri dan menyiapkan untuk menjadi calon ummi yang baik untuk calon anakku kelak.
๐ŸŒธ.."Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. Ya Allah..segala puji bagiMu." Selalu inget surat Al Baqarah ayat 216 ya. ๐Ÿ˜Š

Rabu, 06 Desember 2017

2,5 bulan di Tanah Borneo

06.33

Assalamu'alaikum Wr Wb..
Alhamdulillah setelah lama vakum dari aktivitas blog yang hampir 1/2 tahun,ngilang kemana ya aku selama ini?
Jadi,setelah menikah,aku langsung dibawa suami ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Berau. For the first flight,firstly keluar dari tanah kelahiranku di Jawa,ku mantapkan diriku untuk niat ibadah dan menemani suami di tempat pengabdian PTT nya.
Perjalanan ke Berau,dibutuhkan 1 kali transit di Bandara Sepinggan Balikpapan..Oh,masih bagus sih bandaranya (ya iyalah,masuk 5 besar bandara terbesar di Indonesia juga). Nah,setelah transit,aku naik pesawat agak kecil menuju Berau. Daan... Banyak pepohonan yg mulai lebat dan cuaca mulai panas setelah turun dari pesawat. Karena aku termasuk manusia yg paling mudah berkeringat,maka hampir 1 Minggu lebih harus beradaptasi dengan suasana tempat suami kerja. Oya,dari Bandara Karimarau Berau,masih ada 3 jam kurang lebih sampai ke kecamatan tempat dinas suami tinggal. Untung aku siap Antimo,jadi gak masalah,mabok pun bablas.
Itu baru sedikit cerita awal-awal ku berkunjung di tanah Borneo. Kabupaten Berau itu luasss seluas seperti luasnya provinsi Jawa Tengah. Untung suami PTT nya di tengah-tengah,jadi gak jauh banget,hehe.
2,5 bulan itu menurutku sudah lumayan banyak pengalaman yg aku dapatkan. Intinya tuh, dapat hikmah agar kita jangan mudah mengeluh dan selalu bersyukur dengan pemberian Allah SWT. Bagi orang yang udah lama di Jawa,cobain deh ke Kalimantan,maka kamu nanti gak bakal buat nggresulo.

So...aku dapat pengalaman yg nano-nano. Pengalaman Lucunya:

1. Ternyata lagu bahasa campuran jawanya Via Vallen sampe ke Kalimantan sini lho. Pada tahu arti lirik bahasanya kah ya? ๐Ÿค”

2. Ada suara khas perahu ting-ting nya puskesmas yang biasa dipake buat posyandu,kayak gini "tok-otok-otok" ⛵๐Ÿ˜

3. Anak balita disana diayun-ayunkan di ayunan yg pake peerr/pegas yang kuat buat anak gede pun,sambil dikasih lagu dangdut ๐ŸŽถ

Dll

Sedihnya:

1. Jauh dari ATM dan pas itu aku belum punya M-Banking. Tiap suami gajian pake cash,harus nyari counter BARU Link buat masukin ke tabungan,atau kalau mau narik tunai Bank Lain harus ke kecamatan sebelah dan lewat tengah-tengah semi hutan yg jauhnya 30 menit atau setara 30 km kurang lebih. Pernah kami kemalaman,hujan-hujanan dan gak dapat uang,lewat tengah hutan adanya gelap depan,samping,belakang,cuma disinari oleh cahaya rembulan ๐ŸŒ›⭐

2. Air dari kamar mandi gak bisa dipakai untuk minum,warnanya kayak susu milo apalagi sehabis hujan deras berhari-hari,tapi tetep saja dipake untuk sikat gigi ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ jadi kalau mau minum,harus ambil di air mata yg jauhnya hampir 3 km juga dengan jalan yang bukan aspal. 

3. Kurang hiburan,sekalinya pengen hiburan,aku pasti minta suami buat ngajakin ke kecamatan pesisir yg dkt pantai di Kecamatan Talisayan. Memang harus merogoh kocek duit buat sekalian nyewa hotel. Pernah kami mau check in susah,Krn gak bawa buku nikah,jadi kami tunjukkan foto nikah kami yang ada di HP

Dll

Senengnya:

1. Orang disini baik-baik, sering dapat undangan makan,hehe. Khasnya Soto Berau punya Acil,sedap paling sedap di Berau menurutku. Kalau ada hajatan seperti nikahan,khitan,aqiqah,syukuran rumah baru,gak lepas sama menu makanan soto Berau ini. 

2. Orang-orangnya suka silahturahmi,pasti gak segan-segan mengundang makan dan masak bareng, masakan khas yg lain namanya Kapurung. 

3. Tubaan itu asyik deh. Beragam jenis suku di Tubaan. Ada suku Timor pas di depan rumdin,suku Batak juga banyak,suku Dayak,sampe suku Jawa kayak aku dan suami. Dan semua rukun sentosa dan damai serta saling membantu.

4. Posyandu di Muara selalu dapat makan,nyam-nyam,dan tersering makanan nya berat2 dengan fresh fish seperti kepiting,udang,ikan besar-besar yang sampai aku gak tau apa namanya. 

5. Berau punya pulau wisata keren namanya Pulau Derawan dan sekitarnya (Pulau Maratua,Makanan,Sangalaki). Kami juga belum bisa menabung disini,paling nabung habis buat hiburan salah satunya merealisasikan acara honeymoon kami yg sempat tertunda dan Alhamdulillah bisa sampai kesini. ๐Ÿ‘ซ๐Ÿ’•๐Ÿ’ž

Dll

Ngerinya:

1. Ketemu 2 Buaya besar pas pulang dari Posyandu di Tabalar Muara. Di Berau terkenal banyak buaya sampai masuk TV dan difilmkan di Trans 7. Tapi Alhamdulillah aku dan suami aman-aman saja dan masih dikasih perlindungan Allah SWT.

2. Sekalinya naik perahu ting-ting buat posyandu,pasti selalu deg-degan. Selain goyang,full orang muat 10 orang (selama ini 11 orang lebih+barang masuk ๐Ÿ˜‚ ) dan pernah mogok di tengah-tengah,mesti kami selalu berdoa,semoga gak ada buaya yg nyasar di depan kami. 

Dll

Yap...sedikit sih mungkin pengalaman kemarin di tanah Borneo. Pokoknya,kalian cobain deh kesini,kamu akan dapat hikmah banyak setelah berkunjung kesini. Selamat menikmati,guys ๐Ÿค—


Senin, 21 Agustus 2017

Pernikahan Impian

03.58

"Sepertinya,aku telah bermimpi,dengan laki-laki di hadapanku,terasa begitu dekat.."
Wallahualam...Aku bermimpi kala itu,siapa dia? Apakah aku pernah bertemu dengannya sebelumnya?
Kalimat 'Qobiltu' diikrarkan tepat tgl 23 Juli 2017,mimpi itu terwujud. Allah SWT memberikan waktu yg terbaik bertemu dengan laki-laki sang 'pangeran surgaku'
Siapa dia?
Flashback:
Saat bangku perkuliahan,Di suatu acara seminar nasional keislaman,saya dan teman saya mengikuti acara itu. Saat itu di panggung-panggung,ada seorang moderator acara seminar tersebut, Entah kenapa sosoknya yg tidak asing lagi bagiku. Aku masih ingat nama dan sosoknya,apakah dia?
Saat bangku profesi dokter,lagi-lagi saya mengikuti acara simposium nasional kedokteran milik kampus tetangga,dan aku menemui sosok itu lagi yg sedang berdiri tepat di depan hadapanku,tetapi dia sedang asyik bersama teman-temannya,apakah dia?
Saat akhir masa profesi dokter (koas),hatiku gundah,ingin sekali diriku ini menyempurnakan separuh dari agama,tetapi dengan siapa?
Berbekal pengalaman otodidak,mengikuti majelis ilmu di masjid2 terdekat tempat saya koas,mengikuti grup pra nikah,hingga menyusun CV taaruf.
Hingga suatu hari,kakak senior organisasi mahasiswa kedokteran Indonesia yg pernah menjadi senior saya,membantu saya menghubungkan dengan laki-laki itu lagi,dan ternyata mereka sahabatan dan sekontrakan. Gak menyangka,mungkin harus lewat jalan ini. Dengan ucap bismillah,kami mulai proses ta'aruf yg berjalan hanya singkat sekitar 2 bulan. Setelah proses ta'aruf,lalu dia putuskan utk mengkhitbahku. MasyaAllah,Allah SWT permudah jalan ini,meski kadang ada aral melintang,dengan berbekal istiqoroh,kami kuatkan niat kami.
Khitbah yg berjalan cukup lama,hingga 6 bulan,kami harus terpisah pulau,terbatasnya komunikasi,karena untuk persiapan kami yg lebih besar. Aku harus menyelesaikan ujian nasional untuk mendapatkan surat ijazah dokter. Dia harus merantau ke tanah Borneo menjadi dokter kontrak disana.
Alhamdulillah,Allah SWT permudah jalan ini,hingga dia pulang,dengan persiapan yg matang utk mengucapkan "Qobiltu".
"Mentari pagi tersenyum tenangkan hati..
Semua kisah,akhirnya berakhir indah..
Doa rinduku terjawab karena hadirmu..
Kita bersama melangkah bahagia.
Meski kita dipertemukan tak sengaja..
Tapi ku yakin rencanaNya yg terindah untuk kita lewat Dia..
Aku menikahimu karena Allah..
Telah lama ku menanti kehadiranmu di hati ..
Aku menikahimu karena cinta sejati..
Ada dalam pernikahan impianku bersanding denganmu..."
-Lagu Pernikahan Impian oleh Anandito Dwis-

Sabtu, 24 Juni 2017

Going to Sumpah Dokter (Part 1)

01.05
Assalamu’alaikum, Wr, Wb…

        Hallo gaesss, Apa Kabar? Lama sudah aku vakum tidak membuka blog, maklum admin dulu lagi dilanda kegalauan yang besar (Apa sih…maksudnya lagi ujian, hehe). Aku sudah lupa kapan bisa mengunjungi tempat curhatku ini,hehe..
    Alhamdulillahirrobil’alamiin, atas support keluarga dan temen-temen sekalian, akhirnya setelah menjalani 3,5 tahun kuliah preklinik dan 2 tahun koas klinik, tanggal 22 Juni 2017 merupakan momentum besar, it’s my officialy as Doctor (MD). MasyaAllah, tanpa izin Allah SWT, doa ibu bapak dan keikhlasan doa dan support temen-temen aku tak bisa seperti ini (bingung nih, gak ngerti mau nulis apa, maklum lama gak curhat disini,hehe)
         Disini aku mau cerita singkat pengalaman perjuanganku sampai step sekarang ini yang penuh dengan derai air mata hingga jatuh sakit (alay deh aku, tapi ciyussan..) Ini baru Part 1 ya gaess, karena bakal ada cerita lagi bersambung tentang kisahku seterusnya setelah disumpah,hehe.
        Berawal dari akhir masa koasku yang berakhir bulan Desember 2016, aku bersyukur bisa menyelesaikan semua stase, tapi masih ada 1 stase yang membuatku tertunda. Aku jelaskan sedikit ya, agar bisa disumpah jadi Dokter, kudu melaksanakan kewajiban tugas akhir yaitu UKMPPD (Ujian Kompetensi Pendidikan Profesi Dokter, dah benar belum ya kepanjangannya,hhe kadang lupa^^) UKMPPD Dibagi menjadi 4 kali atau 4 batch yang jaraknya per 3 bulan sekali diadakan. Kebetulan aku dapat batch 2 karena batch 1 aku masih ada tanggungan ujian stase anastesi.
        Lumayan melelahkan juga menanti ujian 1 stase ini, kami ber-6 orang harus bersabar menanti berbulan-bulan. Hikmahnya sih kami bisa jalan-jalan bareng ke Jogja dan jadi foodhunter, hehe. Teman-teman lainnya yang sudah resmi bulan Desember 2016 selesai ujian semua stase, kami baru selesai bulan maret 2017 kalau tidak salah. Lagi-lagi kami berusaha tegar, mungkin ada keindahan di balik semua ini. Walaupun aku ikut ujian batch 2 bulan Mei, aku masih tetap ikut bimbel kelompokan saat itu. Setiap hari pulang pergi Klaten Solo dan paling lambat pulang dari kampus jam 10 malam, begitu melelahkan memang. Entah kenapa aku masih belum bisa ‘nyanthol’ ilmu-ilmunya, dan fix aku tidak bisa didaftarkan ujian di batch 1.
          And finally,,hello batch 2!! Wah kali ini, aku agak takut-takut gimana, kurang kepercayaan diri karena benar-benar harus belajar sendiri tanpa bimbel saat itu. Paling banyak pada takut dengan ujian CBT (Computer Based Test) karena banyak tidak meluluskan. Alhamdulillah, masih ada kelompok kecil yang beranggotakan 4 orang dan tentor dari kaka tingkat yang sudah lulus di batch 1. Meski ada kelompok kecil, kami hanya beberapa kali bertatap muka untuk membahas soal bersama-sama hingga mengantarkan kami bisa didaftarkan kampus untuk ujian. Di kampus aku, ada namanya syarat cut off point nilai 66 untuk bisa didaftarkan ujian. Masih ingat betul nilaiku saat itu dari jelek banget sampai naik ke puncak. Malu sebenarnya mau bilang disini, tapi semoga bisa menginspirasi beberapa teman yang sedang membaca tulisanku ini,hehe. Ujian kampus ada 5 kali ujian, ujian 1 skor 56,5; ujian 2 skor 57; ujian 3 skor 64; ujian 4 skor 63,5; ujian 5 skor 73. Saat ujian 4 ini penuh drama sekali, aku syok karena nilaiku yang awalnya meningkat terus, jadi turun sedikit. Sampai keluar dari ruangan, langsung tumpah semua air mataku. Sesak sekali dada ini aku tak bisa mengerjakan soal yang mungkin banyak membuat temen-temen lolos. Langsung aku konsul dengan dosen pengampuku, Beliau bilang agar aku lebih semangat lagi untuk melewati cut off point. Setelah itu, aku langsung menelepon orang tua untuk memohon maaf atas semua kesalahan yang aku lakukan pada beliau. Aku sadar  sering aku mengecewakan beliau, karena jika kita tidak dapat restu ortu atau menyakiti hati beliau, apapun yang kita kerjakan gak bakal berjalan lancer, karena Ridho Orang Tua juga Ridho Allah. Mungkin gak sampai 1 minggu, hanya 3-4 hari kemudian aku ujian yang ke-5 dan akhirnya bisa mendapatkan nilai di atas cut off point. Lagi-lagi pecah air mataku, kali ini pecahnya di ruangan ujian (karena temen-temen yang lain banyak yang nangis juga, jadi ada temannya, hehe)
         3 minggu berselang setelah ujian penyaringan kampus, kami dapat belajar memaksimalkan diri lagi. Ada teman-temenku kebanyakan mengikuti bimbel di luar, sebut saja bimbel P. Lagi-lagi badanku mulai gak karuan dengan cara belajarku (bisa-bisa jadi sindrom cemas menyeluruh).  Sampai aku cari temen yang bisa aku ajak belajar bareng. Kelompok kecilku sudah mulai kurang aktif karena ada sebagian yang bimbel, akhirnya aku kumpulin sahabat-sahabatku Cuma bertiga saja, dan hanya sehari kami kumpul belajar bersama, sisanya lagi-lagi belajar sendirian (apalah aku jika aku hanya sendirian T_T)
            H-1 ujian CBT, saking kerasnya aku memeras diri,hari ini ada briefing ujian dan semua peserta harus dating tepat waktu. Jika tidak bisa dating, bakal gak bisa ikut ujian. Briefing diselenggarakan pukul 09.00 di kampusku FK UMS. Pagi pukul 05.00 setelah subuhan, aku masih saja tiduran sambil baca-baca buku, tiba-tiba badan rasanya kedinginan dan gemetaran. Karena cuaca di rumahku memang selalu dingin saat pagi, aku gak begitu peduliin. Setelah mandi pagi, entah kenapa badan semakin gemetaran dan menjadi demam, aku gak bisa lepas untuk memeluk diriku sendiri. Ibuku yang sebelumnya gak begitu memahami keadaanku, langsung beliau mendekatiku dan beliau mengkhawatirkan diriku. Bersama budhe, beliau memberiku selimut tebal ditumpuk di atas badanku yang kedinginan, aku Cuma bisa gemetaran dan susah untuk membuka mata. Mengetahui gerakanku yang aneh ini, ibuku memutuskan untuk menelepon bapakku yang masih di kantornya. Sungguh keadaanku saat itu gak karuan, hingga akhirnya aku berangkat diantar ibu bapakku. Sampai di kampus, Alhamdulillah aku tidak telat, tetapi badanku rasanya loyo. Setelah selesai briefing, di perjalanan pulang, posisiku masih tiduran di mobil, tiba-tiba…Brakkk!!! Ada mobil arah berlawanan yang melaju kencang menabrak samping mobil bapakku dan spion bapakku hamper mau lepas dan kacanya pecah. Aku lalu terbangun seketika dari tidurku, kejadian itu berjalan begitu cepat. Posisi hamper mau masuk jumatan, bapakku tidak mempedulikan mobil itu lagi lalu ngebut untuk ke masjid terdekat. Sesampainya di masjid, tiba-tiba ada mobil yang tadi menabrak bapakku dan ada bapak-bapak mencegat kami. Dengan logat keras dan tampangnya yang sombong, dia memaki-maki bapakku, seakan-akan dia yang benar. Ibukku yang posisi saat itu duduk di depan bersama bapak, beliau tidak bisa terima bapakku dimaki-maki. Ternyata usut punya usut, dia seorang oknum pensiunan militer, mungkin dia merasa kalau dia berkuasa. Faktanya, posisi mobilnya melaju kencang sekali hingga menabrak mobil bapakku. Perdebatan ini  ditonton oleh para jamaah masjid yang akan jumaatan dan hingga adzan pun masih belum selesai. Orang itu terus mengejar bapakku agar mengakui kesalahan, padahal dianya yang salah. Aku yang dari tadi masih sakit, gak kuat hingga menangis di depan mereka. Ibuku terus berusaha memberhentikan situasi ini karena sudah hamper selesai khutbah jumatnya, Alhamdulillah bisa diberhentikan. Orang itu tak berhenti sampai sini, setelah jumatan dia ke rumahku dan masih saja menyalahkan bapak. Karena dia tamu, aku hidangkan minuman untuknya,istrinya dan anaknya, dan mengecewakan minumanku masih utuh dan gak ada menghargai sama sekali. Sungguh hari ini cobaan begitu berat dan membuat repot orang tua serta ada kejadian seperti ini. Dalam hatiku, aku selalu berdoa pada Allah agar dimudahkan jalan ujianku besok.
            Alhamdulillah, CBT dan OSCE berjalan dengan lancer saat hari H. Yang tak kusangka juga, aku dapat kasus-kasus ujian OSCE yang mudah saat itu. Semua ini adalah pertolongan Allah

           It’s time, aku dapat kabar kalau tanggal 20 Juni 2017 merupakan hari pengumuman ujianku. Hari sebelumnya, lagi-lagi badanku gak karuan, makan Cuma bisa masuk sedikit, perut rasanya mules terus, apakah ini namanya cemas menyeluruh? Ah, entahlah. Ditunggu-tunggu sampai malam pun belum ada kabar, aku Cuma bisa pasrah akhirnya. Tanggal 22 Juni 2017, siangnya keluargaku ada agenda bertandang ke rumah asal ibuku di Salatiga, hape pasti selalu bawa donk, tiba-tiba ada notifikasi line ku, ada info line official tertentu bilang kalau sudah ada pengumuman dan linknya terlampir. Saat aku buka entah kenapa belum bisa, lalu aku membuka grup telegram angkatan batch 2, dan ada temenku yang kasih pengumuman kelulusan. Saat aku unduh file nya, lalu aku buka file nya dan aku search namaku dan ada namaku disana,MasyaAllah. Lagi-lagi pecah air mata di dalam mobil, tanganku gemetaran, orang tuaku juga ikut nangis dan bapakku juga yang posisi lagi menyetir mobil. MasyaAllah, bersyukur sekali sungguh keberkahan ramadhan setelah kesabaran, penantian panjang, jerih payah, tangisan perjuangan,Allah SWT mengabulkan doa-doaku dan doa-doa orang tuaku,Alhamdulillah…Officially,Doctor (MD)!! ^_^